Kemarin Ambu Rasih (73 Th) ditemukan menggigil dan demam di dalam bangunan rumahnya yang nyaris roboh. Ambu cerita kalau beberapa hari ini sering turun hujan pas tengah malam, jadinya ambu sering kebasahan dari atap rumahnya yang bocor.

 

Bertahun-tahun Ambu tinggal sebatang kara. Kondisi Ambu saat ini tidak begitu baik, penglihatannya mulai kabur dan badannya semakin melemah sehingga sudah tidak sanggup untuk bekerja.

Kondisi musim penghujan seperti saat ini memang sangat menyusahkan bagi ambu. Mau masak tapi kayu bakarnya kebasahan sehingga tidak bisa nyalain api. Selain kondisi rumah yang sangat tidak layak, Ambu juga sering menangis karena lapar.

Seringkali ambu terpaksa makan nasi basi berlauk garam.

Kondisi rumah ambu sangat tidak layak. Dinding yang terbuat dari anyaman bambu sudah rapuh dan bolong disana sini.

Lantai yang juga dari bambu saat ini miring dan jatuh karena kayu penyangga dari salah satu sisinya telah patah.

Atapnya juga sudah bocor sehingga bila hujan turun semua yang ada di dalam rumah akan basah.Sedihnya ketika tengah malam ambu selalu kedinginan karena angin masuk melalui celah-celah dinding yang bolong.

 

Tadi malam ambu tidurnya kebasahan karena turun hujan Air hujan ngucur dari atap yang bocor dan tampias dari dinding bambu yang sudah lapuk dan bolong.

 

Selain Ambu Rasih masih ada Mak Ayum, Ambu sapinah, Mak Ningrat, Mak Banun dan Mak Sayuri yang kondisinya sama persis.

 

OrangBaik, kali ini Rumpun Anak Pesisir mengajakmu untuk membangun rumah yang layak untuk Ambu Rasih dan beberapa jompo terlantar lainnya. 

#OrabgBaik, bayangkan kalau Ambu Rasih adalah ibu atau nenek kita yang hidup di rumah tidak layak. Bila musim hujan seperti sekarang beliau sakit karena kebocoran, kehujanan, kedinginan, masuk angin dan tidur pun tidak nyenyak.

Share:

You may also like